Bread For Friends
By nuno at August 10, 2011 | 14:21 | Print
Judul : Bread For Friends
Penulis : Lintong Simaremare
Penerbit : JB Publisher
Terbit : Maret 2011
Harga : Rp. 36.000
Suka roti? Tau rotikan? Ah, siapa sih yang tidak tahu? Makanan yang satu ini memang dikenal sangat luas dengan banyak varian. Mau yang tawar atau yang manis, tinggal pilih. Hampir semua orang suka roti. Termasuk “Roti” yang satu ini, Bread For Friends.
Bread for Friends adalah buku karangan Lintong simaremare, seorang penulis yang juga seorang karyawan BUMN di Indonesia. Disela-sela kesibukannya, Lintong menyempatkan diri untuk membuat sebuah blog yang berisikan tulisan-tulisan yang sebagian besar terinspirasi dari curhatan banyak teman-temannya. Hal-hal kecil maupun besar, dipadukan dengan pemikiran pribadi seorang Lintong, yang tumbuh dalam keluarga Batak yang penuh dengan nilai-nilai budaya kuat.
Tulisan-tulisan inilah yang kemudian disarikan menjadi sebuah buku yang berisikan 33 cerita yang diklaim mampu membuat hidup kita makin progresif. Pada kenyataannya isi buku ini memang mampu menggugah banyak orang dengan cara yang sederhana. Tidak menggurui tapi lebih kepada seorang teman yang ingin berbagi, Lintong mengajak kita untuk memikirkan kembali kehidupan kita sebagai sosok pribadi maupun kita dengan banyak peran. Sebagai lelaki, perempuan, sebagai ayah atau ibu, anak dan saudara, dan juga sebagai teman.
Meski mempunyai latar belakang Batak yang kental, tapi Lintong mampu menghadirkan nuansa yang universal. Nilai-nilai kehidupan yang diajarkan oleh ayahnya semasa kecil dipadukan dengan banyak nilai kehidupan dari beragam latar belakang teman, keluarga, dan banyak orang lainnya. Sehingga buku ini tidak terasa eksklusif, tapi mampu menyentuh kita secara personal.
Isinya cukup aplikatif, mampu membantu kita untuk mencapai tingkat refleksi ke dalam diri kita, menemukan apa yang kurang dan bagaimana memperbaiki kesalahan yang pernah kita perbuat, sehingga kita bisa melangkah ke depan dalam situasi dan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya. Mungkin inilah yang disebut Lintong sebagai salah satu tujuannya menulis buku ini : agar hidup lebih progresif. (nuno orange)

