Kota Kita 05:00 - 08:00
Next Program : Oldi Goldi

Trans Semarang dan Kepatuhan Penumpang

  • Semarangan
  • 15 January 2015
Trans Semarang dan Kepatuhan Penumpang

Sekarang untuk menuju ke Studio Gajahmada FM tidak perlu bingung. Meski banyak pilihan transportasinya, pengguna angkutan umum bisa menggunakan Trans Semarang dan turun di halte Pasar Dargo. Berjalan sekitar 20 meter ke utara, sampailah di Radionya Orang Semarang di Jalan M. T. Haryono 161.

Kami beruntung, begitupun Paramitra baik dari Semarang maupun luar kota. Penanda menuju ke Gajahmada FM makin mudah. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Semarang yang telah membuka koridor 3 Trans Semarang yang melayani rute Pelabuhan-Jl. Gajahmada-RS. Elisabeth-Mataram-Pelabuhan PP.

Halte-halte koridor 3 sampai awal tahun 2015 sudah dibuat permanen dan dipercantik. Jumlahnya juga lebih banyak dibandingkan saat peluncuran koridor ini. Warna bangunan halte juga dibuat kontras dari lingkungan sekitar, yaitu berwarna merah. Artinya, Paramitra sangat dibantu menemukan halte Trans Semarang yang didesain khusus.

Sejauh ini, halte-halte di koridor 3 belum diberi tanda lalu lintas khusus seperti yang terlihat di koridor 1 sebagai pendahulu. Terutama di Jl. M. T. Haryono yang bersanding dengan keramaian parkir kendaraan, akses Trans Semarang ke haltenya perlu diatur lebih matang. Dengan pengaturan ini, bus akan mudah merapat ke halte, dan penumpang dapat melihat kedatangan busnya serta terlayani lebih baik.

Sebagai koridor yang paling baru, pengguna Trans Semarang rute ini memang masih sedikit. Sering terlihat bus-bus yang lewat di depan Gajahmada FM tidak membawa penumpang. Halte-halte pun masih sepi. Memang masih dibutuhkan waktu sosialisasi penggunaan Trans Semarang sebagai angkutan massal di tengah masifnya penggunaan kendaraan pribadi.

KEPATUHAN PENUMPANG. Kehadiran bus rapid transit (BRT) rupanya menumbuhkan budaya patuh bagi penumpang transportasi umum. Di koridor 1 dan 2, pelajar dan masyarakat umum sudah menyadari ke mana harus naik dan turun. Di sejumlah halte di Jalan Dokter Cipto yang masih sepi, beberapa masyarakat yang mulai terbiasa dengan Trans Semarang pun rela menunggu di halte yang sudah disediakan.

Perubahan perilaku penumpang ini layak diapresiasi. Kita tentu masih ingat sepuluh-dua puluh tahun lalu, kala halte umum dibangun pemerintah. Meski memberikan fasilitas umum yang nyaman bagi penumpang angkutan umum, kebiasaan masyarakat dan pengemudi angkutan belum bisa patuh untuk naik dan turun di halte.

Kebiasaan naik dan turun di sembarang jalan di satu sisi menguntungkan penumpang karena bisa langsung naik angkutan saat mengakses jalan raya. Namun di sisi lain, para pengguna jalan raya sering menggerutu karena terganggu dengan aksi serobot jalan angkutan kota yang tiba-tiba menepi demi penumpang. Sangat janggal ketika kita membaca stiker bertuliskan "Awas Angkot, Sewaktu-waktu Berhenti" ditempel di kaca belakangnya.

Dengan adanya transportasi massal yang didesain khusus, begitupun haltenya, masyarakat memang "dipaksa" patuh. Namun kepatuhan ini bisa disebut sebagai budaya dan lahirnya kesadaran menggunakan transportasi massal. Dalam hal ini, Pemerintah Kota Semarang wajib menyambut harapan ini dengan menyediakan sarana yang mendukung, mulai bus, halte, ketepatan jadwal, sampai angkutan pengumpan.

Berita Terkait

Pasar Imlek Semawis, Dua Belas Kali dan Tetap Menarik
  • Semarangan
  • 17 February 2015

Perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Semarang identik dengan Pasar Imlek Semawis. Untuk kedua belas kalinya Pasar Imlek Semawis (PIS) kembali digelar di sepanjang Jalan Wotgandul Timur hingga Jalan Gang...

baca selengkapnya →
Melek Imlek, Sebuah Diskusi Surau Budaya
  • Semarangan
  • 28 February 2015

Di bawah pohon beringin besar Taman Budaya Raden Saleh, Jumat malam (27/2), diskusi Surau Budaya berlangsung, menciptakan kolaborasi untuk menggambarkan keberagamaan yang indah. Diskusi dengan tema...

baca selengkapnya →
KN Sadewa 231, Kapal Baru Basarnas Semarang
  • Semarangan
  • 20 March 2015

Dalam mengoptimalkan upaya penyelamatan atau rescue di perairan Jawa, Badan SAR Nasional (Basarnas) meresmikan kapal baru, KN Sadewa 231. Kapal negara ini akan dioperasionalkan oleh Basarnas Kantor...

baca selengkapnya →