“Kita Versus Korupsi”
Tanpa disadari praktik korupsi sebetulnya begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melihat realita ini KPK mencoba menumbuhkan budaya antikorupsi mulai dari pelajar hingga pejabat, melalui pendekatan media film. Bekerja sama dengan Transparency International Indonesia (TI-Indonesia) dan United State Agency International Development (USAID), KPK menyelenggarakan nonton bareng film berjudul “Kita versus Korupsi” di XXI Paragon, Semarang, Jumat 17 Februari 2012. Film ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat luas agar menghindari segala bentuk praktik korupsi.
Film berdurasi sekitar satu setengah jam ini terdiri dari gabungan empat film pendek yang berjudul “Rumah Perkara” karya Emil Heradi, “Aku Padamu” karya Lasya F Susatyo, “Selamat Siang, Risa!” karya Ine Ferbriyanti, dan “Psttt..Jangan Bilang Siapa-siapa” karya Chairun Nissa. Tak main-main, film ini dibintangi sederet aktris berbakat diantaranya Nicholas Saputra, Revalina S Temat, Tora Sudiro, Agus Ringgo serta Teuku Rifnu Wikana.
Dalam konferensi pers usai nonton bareng, Direktur Pattiro Semarang Dini Inayati mengatakan, film ini sangat layak ditonton oleh semua kalangan untuk mengetahui dampak dari korupsi yang kini semakin masif. Sayangnya film ini bukan film komersial. “Kita versus Korupsi” hanya akan diputar dalam roadshow di 17 kota besar di Indonesia, yang dikemas dalam kegiatan bedah film. Namun jangan khawatir, siapapun yang ingin memutar film ini untuk kepentingan pendidikan, dapat menghubungi KPK atau Transparency International Indonesia.
————-
SINOPSIS CERITA
“Rumah Perkara” Film pendek yang disutradarai Emil Heradi ini bercerita tentang seorang lurah yang ketika berkampanye menjanjikan kesejahteraan dan mengutamakan kepentingan rakyat, tapi, ketika sudah terpilih justru melupakan janjinya dan berpihak kepada pengembang. Janda desa jadi korbannya. Karena menolak pindah dari rumahnya, janda itu sekaligus rumahnya dibakar. Ironisnya, anak kandung lurah justru tak sengaja ikut jadi korban kebakaran “Aku Padamu” Di sutradarai Lasja F. Susatyo, “Aku Padamu” menceritakan sepasang kekasih yang ingin menikah diam-diam, tanpa restu dari orangtua mereka. Namun, karena si perempuan tak membawa Kartu Keluarga (KK), si pria berniat menyogok petugas KUA. Si perempuan menolaknya karena teringat nasib guru honorer di SD-nya yang tak diangkat tetap karena tidak mau memberi uang sogokan kepada ayah si perempuan itu. “Selamat Siang, Risa!” “Selamat Siang, Risa!” disutradarai Ine Febriyanti. Film pendek ini menceritakan perempuan bernama Risa yang menolak sogokan karena keluarganya mendidik ia untuk jujur. Ayah Risa bekerja sebagai kepala gudang. Ketika rekan-rekan kerjanya memanfaatkan gudang perusahaan yang kosong untuk menampung stok para pengepul beras, ia tak terpengaruh. Bahkan, ketika anaknya sakit parah, ayah Risa tetap menolak uang sogokan salah satu pengepul beras. “Psssttt… Jangan Bilang Siapa-siapa.” Film pendek yang disutradarai Chairun Nissa ini mengangkat kehidupan anak-anak SMA yang justru mendapat pelajaran korupsi dari orangtua dan guru mereka sendiri. Bukannya risih, mereka malah merasa bangga bisa mendapat barang dan jajan dari uang hasil korupsi.Tags: Film Antikorupsi, KitaVSKorupsi, KPK
Trackback from your site.

Comments (1)
KPK Budayakan Antikorupsi, Lewat Film “Kita VS Korupsi” : Indonesia Bersih
| #
[...] Sumber: Gajahmadafm [...]
Reply