bet365 UK

wordpress joomla template

465 Tahun Semarang Banner

2 Mei 2012

Written by daniel on . Posted in Semarangan

2 Mei selain diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, juga momentum penting bagi warga Kota Semarang. Tahun ini, ibu kota provinsi Jawa Tengah genap berusia 465. Di antara berbagai pembangunan kota yang terus berlangsung, mari sejenak mengenang tempat-tempat yang telah tiada tapi tidak bisa dipisahkan dari sejarah kota ini. Bagi generasi yang hidup di era 70-an hingga 80-an pasti sangat mengenal Gedung Olahraga (GOR) Simpang Lima. Letaknya strategis, sesuai dengan namanya, di pusat kota Semarang. Simpang Lima menjadi pengganti dari alun-alun Semarang yang ada di Kauman. Di sebelah barat GOR Simpang Lima, terdapat Masjid Baiturrahman; dan di sebelah timur ada Wisma Pancasila yang akhirnya pun lenyap dan berubah wajah menjadi Plasa Simpang Lima, sebuah pertokoan dan pusat perbelanjaan berlantai tujuh. Tak terhitung berapa banyak kegiatan digelar di GOR Simpang Lima, mulai dari olahraga hingga konser musik; dari tingkat nasional hingga lokal, bahkan tingkat sekolahan. Di tempat yang sama, Ahmad Albar mengalami dua peristiwa yang mungkin tidak akan pernah dia lupakan: 1) rencana konsernya dilarang oleh Gubernur Jawa Tengah saat itu karena dianggap tidak sesuai dengan budaya Jawa Tengah; 2) kebangkitan God Bless di era 80-an dimulai dengan konser tur Jawa-Bali dengan kota pertama yang disinggahi adalah Semarang. Dalam konsernya, God Bless berusaha mengangkat kembali namanya dengan membawakan lagu-lagu Deep Purple. Konser dibuka oleh Jaguar dengan vokalisnya almarhun Miki Jaguar, dengan membawakan lagu-lagu Rolling Stones. Dilanjutkan penampilan El Pamas, sebuah band dari kota kecil Pandaan, Jawa Timur. El Pamas saat itu mengusung lagu-lagu Led Zeppelin. Sedangkan kegiatan lokal yang cukup membawa banyak nostalgia bagi anak muda Semarang pada waktu itu adalah Festival Band antar SMA. Promotornya adalah sekelompok anak muda yang cukup terkenal di Semarang yakni SEC. Festival ini benar-benar menjadi barometer musik di Semarang pada saat itu. Favorit juara tidak pernah lepas dari SMA Loyola, SMA 1, dan SMA 3. Tiga sekolah favorit di Semarang itu seolah mendapat giliran untuk menjadi juara. Sayang, semua itu lenyap di akhir 80-an. GOR Simpang Lima ditukar guling dengan Mal dan Hotel Ciputra. Sebagai gantinya, pengembang membangun GOR Jatidiri di kawasan Karangrejo. Artikel ini diambil hampir utuh dari tulisan berjudul “Mengenang GOR Simpang Lima” yang ditulis oleh Taufan tertanggal 9 April 2010 di http://opojal.com/baca/2010/04/09/mengenang-gor-simpang-lima.html  

Tags: , ,

Trackback from your site.

Leave a comment

The best bonus by bet365 Ελλάδα 100% for new user.

Full Joomla 3.0 Theme free theme.